Masih keinget jelas banget 7bulanan lalu. Tgl 2 maret sore, takbir awal sholat ashar tiba2 pyaaar semacam itu lah kaya ada yg pecah dr V saya dan diikuti air yg sedikit kental. Kaget tp tetep siap. Ok ini pastu air ketuban pecah. My baby udah kasih tanda mau keluar. Alhamdulillah, tgl 3 memang hpl nya. Suami yg saat itu tepat di kasur belakang saya tampak ikut panik hheheeee.. ok kata saya, kabarinGak bs atur nafas. Salah saya juga gak ikut senam hamil. Kontraksi per 3 menit rasanya udah kayak gt. Di cek pembukaan masih 1. Ya allah masih nunggu sampai 10 itu berapa lama. Saya itu gak tahan dg rasa sakit. Dan kontraksi ini rasa sakit terparah yg pernah saya rasain. Akhirnya saya minta sc ke suami dan mami. Seluruh keluarga saat itu mensuport untuk normal. Namun saya nya yg tidak kuat. Tiap kontraksi pengennya lgs ngeden. Jam 9 suami mami dan bu bidan berdiskusi untuk opsi sc. Dan akhirnya disetujui untuk di sc di rs dr andang. Saat sebelum keputusan sc diambil pembukaan masuk 3 interval kontraksi 3menit.
Jam 10 malam saya dibawa masuk ke mobil. Digendong suami, bapak sama pak jati (suami bu bidan) didalam mobil kontraksi mereda karena saya sudah diberi pereda nyeri. Namun masih ttp terasa.
Jam 11 tiba di rs kontraksi ttp intens per 3 menit. Masuk kamar. Ganti baju. Masuk ruang transit operasi,kondisi masih kesakitan sehingga saya memohon ke suster untuk di percepat (tp ya gak mungkin karena nunggu semua dokter dtg)
11.30 malam dokter sudah tiba semua. Perawat sudah mengganti semua pakaian saya dg kostum operasi yg bewarna kuning. Dokter andang sudah tiba. Dokter anastesi dan dokter anak dan bidan. Ok lengkap saya dipindahkan ke meja operasi. Ruangan full musik. Masih ingat backsound ada pink jg. Dan ternyata bidan team sc tersebut bude saya sendiri. Sehingga ruang operasi tidak tegang. Dokter anastesi mulai terlebih dahulu. Menyuntikan obat bius di tulang punggung. Sepertinya suntikannya besar tp tidak terasa sakit. Lalu saya mulai lemas namun masih sadar 20%. Perut rasanya seperti di kitik2. Mungkin dokter sedang membuat pola ya. Tidak berapa lama dokter andang memberi instruksi untuk berdoa. Operasi dimulai !
00.10 oeeeee
Baby boy diangkat dr perut dan tangisnya terdengar. Subhanallah alhamdulillah. Saya tidak dapat imd saat itu,baby lgs dibersihkan dan setelah bersih baru dilihatkan dan diciumkan ke saya. Alhamdulillah ya allah (selalu menitikan air mata kalau inget momen ini) setelah proses baby diangkat dr perut rasanya sedikit mules dan banyak mual. Ata dokter reaksi wajar ternyata sedang di jahit. Tak lama saya keluar dr ruang operasi disambut keluarga. Alhamulillah tak henti2nya saya ucapkan saya masuk kamar. Dan disana sudah ada baby saya menunggu. Dia tertidur. Semua mata menatapnya mengucap syukur atas kehadirannya.
Next post proses imdmami di bawah lalu siap ke bidan.
Mami babe ikut seneng tp ada raut muka panik jg,maklum lah saya anak tunggal dan ini cucu pertamanya. Saya masih bisa menguasai kondisi. Keep calm walau agak bingung ini celana basah terus,rasanya ngompol gak abis abis. Pengennya dandan cantik kayak KD. Heee boro2 malah bingung pakai baju apa ya. Gak usah lama2 bingungnya jam 5 lgs cus ke rumah bidan naik motor. Sampai sana bu hidan masih di gereja. Sama asisten di cek baru bukaan satu. Masih lama katanya. Dan saya blm ngerasain apa2. Diluar sana mami udah heboh kasi kabar ke tante2. Dalam waktu 1jam team heboh sudah ditempat heheeee. Tepat saat itu jg kontraksi mulai berasa..
Perjuangan dimulai. Sekitar jam 6sore kontraksi datang.perut bawah tepat diatas vi rasanya s3perti dicengkeram. Saya mulai menghitung jeda antar kontraksi masih per 15 -10 menit. Rasa masih bisa ditahan. Masuk jam 7 malem intensitas per 7menit. Rasanya mulai minta di bantu dipijitin dielus elus. Udah gak tenang posisi tidurnya. Masuk jam 8 kontraksi masuk 3-4 menit. Aq mulai nangis. Panik kesakitan
Friday, 17 October 2014
kontraksi
melahirkan
operasi caesar
persalinan
proses caesar
proses melahirkan
Proses persalinan
0 Response to "my baby born, normal to caesarian"
Post a Comment