Fatih Rizky Irawan site

Fatih Rizky Irawan site

naik pesawat saat hamil

Terbang saat hamil

Pasti banyak yang bertanya,
Boleh gak sih naik pesawat tapi lagi hamil?
Aman gak sih ?
Ada prosedur khusus kah?

Yup saya coba jawab dari pengalaman saya ya. Saat hamil faith kemarin saya 4x perjalanan dengan pesawat. Yang pertama saat usia kandungan sekitar 26 minggu. Dikarenakan ada complain dari klient yang kebetulan berada di Bali, maka saya harus menemuinya. Oke sebelum brangkat google dulu, menurut referensi  beberapa artikel terbang saat hamil aman dilakukan di TM2, wah kebetulan pas. Okehh sip lanjut. Ibu dan kandungannya dalam kondisi fit, yup I am fit enough. Sertakan surat referensi / ijin terbang dr dokter kandungan. Kenapa? Agar kita melakukan pemeriksaan sebelum melakukan perjalanan. Dan dengan adanya surat tersebut maskapai dapat mengidentifikasi penumpangnya.

 Karena perjalanan ini mendadak, persiapan hanya dua hari sebelumnya. Dan saya kesulitan untuk mencari dokter. Saya mendapat info ke bali hari sabtu untuk terbang hari senin, sabtu malam dan hari minggu saya cari dokter praktek kandungan tidak ada yang buka. Haduuuh adanya bidan aja. Sedangkan bidan tidak bisa  mengeluarkan surat ijin terbang. Yang dipikiran saya saat itu, gpp lah, sehat kok kuat ya, ini bukan perjalanan yg berat, tinggal naik pesawat gak sampe sejam, duduk manis, sampe bali, ketemu klient, makan siang , jalan2, trus pulang lg ke jogja. Itu saya sugestikan ke diri bahwa perjalanannya menyenangkan. Hari senin tiba, kebandara diantar suami, penerbangan jam 8pagi dengan air asia, saya pakai baju agak longgar ehh gak ketauan petugas klo laagi hamil, hehehee gak ditanyain deh, saya gak lapor jg soalnya gak bawa surat. Sampai di bali, nunggu jemputan ketemu klient bla bla bla smpai jam 3 sore akhirnya nunggu balik dibandara, penebangan masih ntar jam 6 sore hehhee bengong2 dah, berhubung bandara bali baru, lumayan sejam buat jalan2 ngiterin bandara. Penerbangan pulang pakai garuda, eh lagi2 gak keliatan hamil, lolos lagi deh hehheee. Dan akhirnya  Jam 7 malam sudah sampai jogja lagi disambut gerimis.

Perjalanan pp jogja bali ini sebenernya terhitung cukup melelahkan bagi ibu hamil, namun kembali lagi ke pribadi masing2, kalu saya dengan mensugesti diri sebaik mungkin itu dapat membantu. Sehingga lelah tidak begitu terasa, namun tetap ada efek yang tampak yaitu kakiku bengkak hehhee karena kebanyakan jalan. Tp aman besok sudah normal.

Perjalanan ke 2 saat usia kandungan 32 minggu masuk tm3. Perjalanan kedua ini tidak pulang pergi tapi kami menginap 4 malam di bali. Berhubung sudah di TM3 saya ajak suami saya untuk menemani . untuk suami bisa libur ya, sekalian honeymoon sambil kerja. Persiapan lebih matang saya menemui dokter kandngan terlebih dahulu, usg dan pemeriksaan lain tampak normal dokterpun memberikan surat ijin terbang, namun sedikit tricky usia kandungan yang 32 minggu ditulis 28 minggu, biar aman katanya hehhee. Karena perut memang sudah membesar saat check in dibandara pun terlihat oleh petugas, dan langsung ditanya surat rekomendasi dokternya. Aman sudah ada dong.saat berangkat kami menggunakan air asia, pulang dengan lion air, ternyata tidak ada perbedaan treatment saat dipesawat, sama aja hehee. Hanya saja setelat kita memberikan surat rekomendasi dokter ke petugas, petugas akan memberikan berkas pernyataan yang harus kita tandatangani, yang pada intinya maskapai tidak bertanggung jawab apabila terjadi suatu hal dengan kandungan kita disaat penerbangan nanti.

Yup so far aman bun penerbangan saat hamil. Berikut tips dari saya :

  • -          Sugesti diri perjalanan akan nyaman dan menyenangkan
  • -          Gunakan pakaian yang nyaman
  • -          Konsultasi dengan dokter sebelum perjalanan, pastikan kondisi tubuh sama sehatnya dengan keinginan kita.
  • -          Jangan lupa minta SIM terbang (surat rekomendasi dokter buat naik pesawat)
  • -          Tersenyum dan berdoa.
  • -          Have a save flight bunda



0 Response to "naik pesawat saat hamil"

Post a Comment