Terbang saat hamil
Pasti banyak yang bertanya,
Boleh gak sih naik pesawat tapi lagi hamil?
Aman gak sih ?
Ada prosedur khusus kah?
Yup saya coba jawab dari
pengalaman saya ya. Saat hamil faith kemarin saya 4x perjalanan dengan pesawat.
Yang pertama saat usia kandungan sekitar 26 minggu. Dikarenakan ada complain
dari klient yang kebetulan berada di Bali, maka saya harus menemuinya. Oke sebelum
brangkat google dulu, menurut referensi
beberapa artikel terbang saat hamil aman dilakukan di TM2, wah kebetulan
pas. Okehh sip lanjut. Ibu dan kandungannya dalam kondisi fit, yup I am fit
enough. Sertakan surat referensi / ijin terbang dr dokter kandungan. Kenapa? Agar
kita melakukan pemeriksaan sebelum melakukan perjalanan. Dan dengan adanya
surat tersebut maskapai dapat mengidentifikasi penumpangnya.
Karena perjalanan ini mendadak, persiapan
hanya dua hari sebelumnya. Dan saya kesulitan untuk mencari dokter. Saya mendapat
info ke bali hari sabtu untuk terbang hari senin, sabtu malam dan hari minggu
saya cari dokter praktek kandungan tidak ada yang buka. Haduuuh adanya bidan
aja. Sedangkan bidan tidak bisa mengeluarkan
surat ijin terbang. Yang dipikiran saya saat itu, gpp lah, sehat kok kuat ya,
ini bukan perjalanan yg berat, tinggal naik pesawat gak sampe sejam, duduk
manis, sampe bali, ketemu klient, makan siang , jalan2, trus pulang lg ke
jogja. Itu saya sugestikan ke diri bahwa perjalanannya menyenangkan. Hari senin
tiba, kebandara diantar suami, penerbangan jam 8pagi dengan air asia, saya
pakai baju agak longgar ehh gak ketauan petugas klo laagi hamil, hehehee gak
ditanyain deh, saya gak lapor jg soalnya gak bawa surat. Sampai di bali, nunggu
jemputan ketemu klient bla bla bla smpai jam 3 sore akhirnya nunggu balik
dibandara, penebangan masih ntar jam 6 sore hehhee bengong2 dah, berhubung
bandara bali baru, lumayan sejam buat jalan2 ngiterin bandara. Penerbangan pulang
pakai garuda, eh lagi2 gak keliatan hamil, lolos lagi deh hehheee. Dan akhirnya
Jam 7 malam sudah sampai jogja lagi
disambut gerimis.
Perjalanan pp jogja bali ini
sebenernya terhitung cukup melelahkan bagi ibu hamil, namun kembali lagi ke
pribadi masing2, kalu saya dengan mensugesti diri sebaik mungkin itu dapat
membantu. Sehingga lelah tidak begitu terasa, namun tetap ada efek yang tampak
yaitu kakiku bengkak hehhee karena kebanyakan jalan. Tp aman besok sudah
normal.
Perjalanan ke 2 saat usia
kandungan 32 minggu masuk tm3. Perjalanan kedua ini tidak pulang pergi tapi
kami menginap 4 malam di bali. Berhubung sudah di TM3 saya ajak suami saya
untuk menemani . untuk suami bisa libur ya, sekalian honeymoon sambil kerja. Persiapan
lebih matang saya menemui dokter kandngan terlebih dahulu, usg dan pemeriksaan
lain tampak normal dokterpun memberikan surat ijin terbang, namun sedikit
tricky usia kandungan yang 32 minggu ditulis 28 minggu, biar aman katanya
hehhee. Karena perut memang sudah membesar saat check in dibandara pun terlihat
oleh petugas, dan langsung ditanya surat rekomendasi dokternya. Aman sudah ada
dong.saat berangkat kami menggunakan air asia, pulang dengan lion air, ternyata
tidak ada perbedaan treatment saat dipesawat, sama aja hehee. Hanya saja
setelat kita memberikan surat rekomendasi dokter ke petugas, petugas akan memberikan
berkas pernyataan yang harus kita tandatangani, yang pada intinya maskapai
tidak bertanggung jawab apabila terjadi suatu hal dengan kandungan kita disaat
penerbangan nanti.
Yup so far aman bun penerbangan saat hamil. Berikut tips
dari saya :
- - Sugesti diri perjalanan akan nyaman dan menyenangkan
- - Gunakan pakaian yang nyaman
- - Konsultasi dengan dokter sebelum perjalanan, pastikan kondisi tubuh sama sehatnya dengan keinginan kita.
- - Jangan lupa minta SIM terbang (surat rekomendasi dokter buat naik pesawat)
- - Tersenyum dan berdoa.
- - Have a save flight bunda
0 Response to "naik pesawat saat hamil"
Post a Comment